Masjid Peninggalan Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta
Peninggalan masa kerajaan mataram islam - Kerajaam mataram islam merupakan kerajaan islam yang ada di pulau Jawa yang telah berdiri sejak abad ke 17. Kerajaan islam mataram ini, dipimpin oleh seorang raja yang disebut sebagai Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan.
Kerajaan ini merupakan salah satu dari banyaknya kerajaan yang bercorak islam di pulau Jawa. Bahkan, mataram islam ini termasuk sebagai kerajaan besar yang cukup disegani oleh beberapa penguasa lainnya. Namun sayangnya, saat ini sudah tidak ada dan hanya meninggalkan beberapa peninggalan.
Nah, peninggalan inilah yang perlu banyak kita ketahui untuk mempelajari sejarah dari kerajaan islam yang satu ini. Peninggalan yang ada bisa berbentuk berbagai hal dari mulai bangunan, makam, prasasti, dan lainnya. Dan itu semua bisa kita temukan di sekitar mataram yaitu di daerah Yogyakarta tepatnya Kotagede.
Pada kali ini kita akan membahas mengenai masjid peninggalan masa kerajaan mataram islam yang masih ada hingga saat ini. Masjid menjadi bangunan yang paling penting bagi umat islam yaitu sebagai tempat ibadah. Maka, tak khayal bila masih ada beberapa masjid peninggalan kerajaan mataram yang masih ada.
Masjid Gedhe Kauman
Masjid yang satu ini memang memiliki kaitan yang cukup erat dengan kasultanan mataram atau kerajaan mataram islam khususnya di Yogyakarta. Masjid ini sendiri terletak di barat dari Alun - Alun Utara Yogyakarta yang masih berada di desa Kauman. Pendirian dari masjid kauman telah dilakukan sejak 1773 oleh Sri Sultan HB I.
Dalam arsitekturnya, masjid ini terbagi menjadi beberapa ruang ada ruang induk dan ruang penyimpanan. Pada ruang induk sering atau difungsikan sebagai tempat untuk shalat. Sedangkan pada ruang penyimpanan pada masjid kauman adalah untuk menyimpan gong. Nah, gong ini akan digunakan pada acara tertentu khususnya pada acara sekaten.
Masjid Kotagede
Selanjutnya ada masjid kotagede yang terletak di desa Kotagede tepatnya pada area pasar Kotagede. Apabila masjid kauman dibangun oleh Sri Sultan HB I, sedangkan masjid kotagede dilakukan oleh Sultan Agung pada tahun 1640 atau abad ke 17. Di lihat dari tahunnya, maka usia masjid kotagede lebih tua dibandingkan masjid kauman.
Ada banyak keunikan dari masjid yang satu ini, dari mulai arsitektur masjid, gapura, kolam ikan dan lainnya. Dari gapura terlihat seperti pura yang ada pada agama Hindu atau pun Budha, sehingga masih ada unsur agama tersebut. Ketika kita masuk komplek masjid, maka kita akan langsung merasakan sejarah yang ada
Sumber :
https://kancabelajar.blogspot.com/2018/08/peninggalan-kerajaan-mataram-islam-yang.html
Kerajaan ini merupakan salah satu dari banyaknya kerajaan yang bercorak islam di pulau Jawa. Bahkan, mataram islam ini termasuk sebagai kerajaan besar yang cukup disegani oleh beberapa penguasa lainnya. Namun sayangnya, saat ini sudah tidak ada dan hanya meninggalkan beberapa peninggalan.
Nah, peninggalan inilah yang perlu banyak kita ketahui untuk mempelajari sejarah dari kerajaan islam yang satu ini. Peninggalan yang ada bisa berbentuk berbagai hal dari mulai bangunan, makam, prasasti, dan lainnya. Dan itu semua bisa kita temukan di sekitar mataram yaitu di daerah Yogyakarta tepatnya Kotagede.
Pada kali ini kita akan membahas mengenai masjid peninggalan masa kerajaan mataram islam yang masih ada hingga saat ini. Masjid menjadi bangunan yang paling penting bagi umat islam yaitu sebagai tempat ibadah. Maka, tak khayal bila masih ada beberapa masjid peninggalan kerajaan mataram yang masih ada.
Masjid Gedhe Kauman
Masjid yang satu ini memang memiliki kaitan yang cukup erat dengan kasultanan mataram atau kerajaan mataram islam khususnya di Yogyakarta. Masjid ini sendiri terletak di barat dari Alun - Alun Utara Yogyakarta yang masih berada di desa Kauman. Pendirian dari masjid kauman telah dilakukan sejak 1773 oleh Sri Sultan HB I.
Dalam arsitekturnya, masjid ini terbagi menjadi beberapa ruang ada ruang induk dan ruang penyimpanan. Pada ruang induk sering atau difungsikan sebagai tempat untuk shalat. Sedangkan pada ruang penyimpanan pada masjid kauman adalah untuk menyimpan gong. Nah, gong ini akan digunakan pada acara tertentu khususnya pada acara sekaten.
Masjid Kotagede
Selanjutnya ada masjid kotagede yang terletak di desa Kotagede tepatnya pada area pasar Kotagede. Apabila masjid kauman dibangun oleh Sri Sultan HB I, sedangkan masjid kotagede dilakukan oleh Sultan Agung pada tahun 1640 atau abad ke 17. Di lihat dari tahunnya, maka usia masjid kotagede lebih tua dibandingkan masjid kauman.
Ada banyak keunikan dari masjid yang satu ini, dari mulai arsitektur masjid, gapura, kolam ikan dan lainnya. Dari gapura terlihat seperti pura yang ada pada agama Hindu atau pun Budha, sehingga masih ada unsur agama tersebut. Ketika kita masuk komplek masjid, maka kita akan langsung merasakan sejarah yang ada
Sumber :
https://kancabelajar.blogspot.com/2018/08/peninggalan-kerajaan-mataram-islam-yang.html

Comments
Post a Comment